Halaman

Jumat, 26 September 2014

Senioritas? Dibutuhkan atau Pembutuhan?

eniortitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki beberapa pengertian sebagai berikut : 1 perihal senior; 2 keadaan lebih tinggi dl pangkat, pengalaman, dan usia; 3 prioritas status atau tingkatan yg diperoleh dr umur atau lamanya bekerja. Memang secara umum, senior lebih memeiliki pengalaman, mungkin usia yang lebih dibandingkan juniornya. Senior umumnya lebih memeiliki charisma sehingga dihormati oleh junior-juniornya.
Fenomena senioritas ini cukup sering kita temukan di berbagai instansi seperti sekolah, kampus, kantor dan berbagai instansi militer lainnya. Senioritas bukanlah hal yang baru khusunya di dunia pendidikan. Kasus STPDN yang kelam telah menunjukkan peyalahgunaan senioritas yang cukup kelam. Tak cukup penganiayaan fisik bahkan nyawa ikut dikorbankan oleh aksi ini. SUngguh tragis, apalagi kasus ini terjadi di dunia pendidikan
Senioritas sebenarnya bukan sesuatu hal yang buruk. Senioritas dapat menghadirkan respect junior kepada senior. Namun, dengan berbagai penyimpangan senioritas kehilangan makna positifnya dan berubah menjadi sebuah kesan negatif. Dan hal ini perlu diekspos lebih lanjut lagi
Senioritas bukanlah jalan satu-satunya untuk menimbulkan rasa respect terhadap senior. Justru sebaliknya ada kekhawatiran junior hanya respect kepada senior karena dia takut bukan karena dia sadar bahwa ia memliki senior yang perlu untuk dihormati. Mungkin saja di balik sikap hormatnya tersimpan rasa dendam.
Seniortitas bisa menimbulkan kekerasan terhadap juniornya. Senior yang menggangap dirinya pantas dihormati bisa saja melakukan tindakan kekerasan dengan dalih menegaskan jati dirinya sebagai senior. Tentu tindak kekerasan ini tidak baik adanya, dan bisa menimbulkan efek berkepanjangan. Junior yang tidak terima dengan prilaku seniornya tentu akan merasa kesal dan ingin membalaskan perbuataanya itu. Kalau seumpanya dia tidak memeliki kesempatan untuk membalaskannnya dnegan seniornya itu, bisa saja ketika tiba saatnya ia mendapat status senior ia malah melakukakn tindakan yang sama dengan seniornya tersebut. Hal tersebut bisa saja menjadi budaya dan tentu akan sangat susah untuk dihilangkan.
Senioritasnya pun bisa menutupi kreativitas seseorang. Dengan status juniornya tersebut tentu ia akan mendapatkan keterbatasan untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga ada kesempatan – kesempatan tertentu yang tidak bisa didapatkan oleh junior dalam mengembangkan dirinya. Sebuah hal yang patut disayangkan karena kemampuan seseorang harus mandek karena sekedar status, padahal belum tentu sang senior lebih baik daripada juniornya.
Melihat ada beberapa kejanggalan dengan senioritas ini, tentu perlu kita luruskan bagaimana senioritas itu seharusnya. Senioritas yang baik seharusnya mampu membimbing sang junior ke arah yang lebih baik tanpa kekerasan. Sudah sepantasnya senior menjadi teladan bagi seniornya. Hal penting lainnya adalah senior harus mampu bersikap dewasa melihat juniornya. Contohnya seorang junior memiliki kemampuan bermain basket yang hebat, senior harus dapat menerima hal itu dan tidak sepantasnya merasa tersaingi, Justru sebaliknya mereka harus bangga karena memiliki junior yang lebih hebat daripada seniornya.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar